Article Update :

Kumpulan Artikel

Kumpulan Motivasi

Kumpulan Opini

Daftar Beasiswa Dalam maupun Luar Negeri

Tuesday, October 14, 2014

Hi guys, pada bingung mencari sumber Beasiswa unggulan dalam maupun luar negeri? Gampang, saya akan memberikan beberapa alternatif universitas yang layak anda tuju.
berikut daftar beasiswa untuk anda.
1. Australia Award Scholarship (http://australiaawardsindo.or.id)
2. LPDP Scholarship (http://www.beasiswalpdp.org/index.html)
3. DIKTI Scholarship
a. Dalam Negeri (http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/)
b. Luar Negeri (http://beasiswa.dikti.go.id/ln/)
4. Turkey Government Scholarship (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en)
5. General Cultural Scholarship India (http://www.iccrindia.net/gereralscheme.html)
6. USA Government Scholarship
a. (http://www.aminef.or.id/index.php)
b. (http://www.iief.or.id)
7. Netherland Government Scholarship (http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa)
8. Korean Government Scholarship (http://www.niied.go.kr/eng/contents.do?contentsNo=78&menuNo=349)
9. Belgium Government Scholarship (http://www.vliruos.be/4273.aspx)
10. Israel Government Scholarship (http://www.mfa.gov.il/mfa/abouttheministry/departments/pages/scholarships%20offered%20by%20the%20israeli%20government%20to.aspx)
11. Sciences Po France (http://formation.sciences-po.fr/en/contenu/the-emile-boutmy-scholarship)
12. Utrecht University Netherland (http://www.uu.nl/university/international-
students/en/financialmatters/grantsandscholarships/Pages/utrechtexcellencescholarships.aspx)
13. Prasetya Mulya Business School Indonesia (http://www.pmbs.ac.id/s2/scholarship.php?lang=ENG)
14. Brunei Darussalam Government Scholarship (http://www.mofat.gov.bn/index.php/announcement)
15. Monbugakusho Scholarship Japan (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html)
16. Paramadina University Master Fellowship Indonesia (https://gradschool.paramadina.ac.id/in/graduate-school-fellowship/paramadina-medco-fellowship-2013.html)
17. PPM School of Management Indonesia (http://ppm-manajemen.ac.id/beasiswa-penuh-s2-mm-reguler/)
18. University of Twente Netherland (http://www.utwente.nl/internationalstudents/scholarshipsandgrants/all/uts/)
19. Sweden Government Scholarship (http://www.studyinsweden.se/Scholarships/)
20. Chinese Government Scholarship (http://www.csc.edu.cn/laihua/scholarshipdetailen.aspx?cid=97&id=1422)
21. Taiwan Government Scholarship (http://www.studyintaiwan.org/taiwan_scholarships.html)
22. United Kingdom Government SCholarship (http://www.chevening.org/indonesia/)
23. Panasonic Scholarship Japan (http://panasonic.net/citizenship/scholarships/pso/requirements/)
24. Ancora Foundation Scholarship (http://ancorafoundation.com)
25. Asian Public Intellectuals Fellowship Japan (http://www.api-fellowships.org/body/)
26. AUN/SEED-Net Scholarship (http://www.seed-net.org/index.php)
27. Art Asia Major Scholarship Korea National University of Arts (http://eng.karts.ac.kr:81/karts/board/list.jsp?
c_no=003013002&bt_no=123&page=1&b_category=&b_categoryimg=&searchSelect=&keyword=&divisionSelect=&engNotice=engNotice)
28. Ritsumeikan Asia Pacific University Japan (http://www.apu.ac.jp/home/life/index.php?content_id=30)
29. Seoul National University Korea (http://en.snu.ac.kr/apply/graduate/scholarships/before-application)
30. DIKTIS Overseas Scholarship (http://www.pendis.kemenag.go.id/beasiswaln/)
31. Honjo International Scholarship Foundation Japan (http://hisf.or.jp/english/sch-f/)
32. IDB Merit Scholarship Programme for High Technology (http://www.isdb.org/irj/portal/anonymous?NavigationTarget=navurl://c28c70fde436815fcff1257ef5982a08)
33. International HIV & Drug Use Fellowship USA (http://www.iasociety.org/fellowship.aspx)
34. Nitori International Scholarship Foundation Japan (http://www.nitori-shougakuzaidan.com/en/)
35. School of Government and Public Policy Indonesia (http://sgpp.ac.id/pages/financial-conditions)
36. Inpex Scholarship Foundation Japan (http://www.inpex-s.com/application.html)
37. Asia University Taiwan (http://ciae.asia.edu.tw/AdmissionsScholarship.html)
38. Macquaire University Australia (http://www.mq.edu.au/future_students/international/scholarships_and_awards/macquarie_university_international_scholarships/)

Tikaman Bagi Media Di Indonesia

Tuesday, September 30, 2014

Ketua DPR Kecewa Indonesia Juara Umum MTQ Internasional Sepi Pemberitaan
dakwatuna.com – Jakarta. Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional yang diselenggarakan di Palembang Sport Convention Center, Indonesia meraih juara umum. Namun, prestasi ini sepi dari pemberitaan. Pemberitaan juara umum MTQ kalah dengan pemberitaan keberhasilan tim bulu tangkis Indonesia meraih medali emas di Asian Games Korea Selatan.
Hal ini mengundang keprihatinan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie.“MTQ Internasional di Palembang yang diikuti lebih dari 30 negara, sepi berita,” kata Marzuki dalam pesan singkatnya, Senin (29/9). Menurutnya, pemberitaan raihan emas Indonesia seolah menjadi segala-galanya dibandingkan predikat juara MTQ internasional.“Dapat satu emas Asian Games seperti dapat gunung. Tapi juara umum MTQ internasional seolah tidak ada artinya,” ucapnya.
Marzuki mengungkapkan saat ini media lebih mengutamakan hal-hal yang bersifat komersil. Padahal berita soal lomba MTQ juga penting untuk memotivasi generasi muda Indonesia berprestasi di berbagai profesi. “Media lebih senang hal-hal yang sifatnya komersil daripada berita yang bisa memotivasi anak-anak kita untuk berkompetisi dalam banyak profesi,” ujarnya.
Indonesia, tambah Marzuki, bisa berubah menjadi negara sekuler jika media melupakan pemberitaan aktifitas keagamaan. Ia mengingatkan pentingnya peran media dalam memberitakan isu-isu yang bersifat keagamaan.
Prestasi Indonesia menyabet gelar juara umum MTQ internasional membuat Marzuki bangga sekaligus terharu. Ia berkeyakinan jika hal-hal yang bersifat keagamaan ini dilupakan media, maka sangat mungkin Indonesia berubah menjadi negara sekuler. “Akhirnya Indonesia menjadi negara sekuler, bukan lagi Pancasila. Karena berita aktifitas agama yang baik, tidak ada liputan sama sekali di media nasional,” pungkas Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.
Seperti diketahui dalam MTQ International, tiga wakil Indonesia menjadi juara umum. Mereka adalah Bangun Syahraya yang tampil di kategori qori tilawah, Miftahul Jannah kategori qoriah tilawah, dan Kgs Rasyid Siddiq kategori tahfiz tilawah. Ini adalah untuk pertama kali Indonesia meraih juara umum di MTQ Internasional. (maw/rol/abr/dakwatuna)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/09/29/57476/ketua-dpr-kecewa-indonesia-juara-umum-mtq-internasional-sepi-pemberitaan/#ixzz3EfYlphTJ Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
Tweet from TweetCaster - @dakwatuna: Ketua DPR Kecewa Indonesia Juara Umum MTQ Internasional Sepi Pemberitaan http://fb.me/6QSKaMXWL
Shared via TweetCaster

Akhir Dari Sistem Pendidikan Sekuler

Pokoknya jangan harap anak-anak sekolah sekarang punya waktu buat ngaji bersama keluarga, menghafal Alquran dalam rumah dan lain sebagainya, sebab pelajaran-pelajaran sekolah, baik yang pentingnya maupun yang tidak, panjangnya jam sekolah, lalu PR dan ditambah lagi dengan PDM untuk kelas akhir telah menjadi tuhan. Sekali lagi telah menjadi tuhan yang menghabiskan waktu, energi dan pikiran.
Miris rasanya setiap malam ingin menghadirkan suasana yang lebih damai dengan anak-anak, namun nyatanya harus pusing menyaksikan dan menemani mereka masih berkutat dengan pelajaran sekolah.
Apa tidak cukup sekolah dari jam 06.30 atau 07.30 hingga jam 15.00 dan kadang ditambah PDM hingga jam 17.00...?
Sehebat apa sih generasi anak bangsa negeri kita kelak di kancah dunia dengan jam pelajaran sepanjang itu namun masih tidak cukup hingga di rumah pun masih "sekolah"..???
Yang salah bukan yang sekolah dan yang menyekolahkan anak-anaknya, tapi yang salah adalah orang-orang yang mengurus masalah pendidikan tapi tidak mengerti urusan pendidikan yang penting, efektif dan maksimal.
Mereka telah mempertuhan iptek hingga seakan-akan bangsa ini akan menjadi baik dan maju hanya dengan penguasaan iptek..!!
Mereka tidak tahu, entah mungkin lupa, bahwa kata baldatun thayyibatun itu digandeng oleh Allah dengan kata wa Rabbun Ghafuur.
Tak mungkin Allah mengampuni manusia-manusia yang sombong dengan ipteknya kecuali mereka kembali pada jalan-Nya, apalagi menjadikan negerinya negeri yang baik sedang mereka bangga meninggalkan agama.
Suasana keluarga yang damai itu penting dengan berkumpul bersama, bercanda bersama, ngobrol bersama. Tapi kalau kebersamaan yang ada hanyalah perpanjangan sekolah maka tunggulah kelak.....bahwa penopang kekuatan sebuah negara, yaitu keluarga-keluarga telah kehilangan fungsi yang sebenarnya sebagai keluarga, sebab ia telah berubah menjadi sekolah, alias ruang buat menyelesaikan PR saja, titiq.
Semoga sindiran yang sangat saya sengaja ini membuat siapa saja ingat, bahwa damainya suasana keluarga jauh lebih dibutuhkan oleh anak-anak dari pada sibuk setengah mati setengah hidup, apalagi seumur hidup hanya untuk urusan pelajaran sekolah.
Sekolah itu penting, tapi berlebihan-lebihan dalam urusan sekolah itu kebodohan dan musibah.
Manusia-manusia jadul tapi hebat di negeri ini, saat-saat kecilnya bahkan masih punya waktu mencari jangkrik di tengah ladang. Masih punya waktu memancing ikan mujair di empang. Lalu di malam hari mereka ke surau-surau untuk mengaji.
-ust. Fairuz Ahmad

Fase Yang Perlu Orang Tua Ketahui Dalam mendidik Anak

Wednesday, August 20, 2014

Waktu berharga pengasuhan anak:
®7 tahun pertama (0-7 tahun):
Perlakukan anakmu sebagai raja.
Zona merah - zona larangan
jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak.
Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang otak kanannya.
®7 tahun kedua (7-14 tahun):
Perlakukan anakmu sebagai pembantu atau tawanan perang.
Zona kuning - zona hati-hati dan waspada.
Latih anak-anak mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci piring, pakaian, setrika, dll.
Banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang bermanfaat bagi masa depannya.
®7 tahun ketiga (14-21 tahun):
Perlakukan anak seperti sahabat.
Zona hijau - sudah boleh jalan.
Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.
®7 tahun keempat (21-28 tahun):
Perlakukan sebagai pemimpin.
Zona biru - siap terbang.
Siapkan anak untuk menikah.
®Pada masa anak-anak yang berkembang otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun.
Anak perempuan keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat. Sedangkan anak laki lebih lambat.๐Ÿ‘ฌKeseimbangan otak kanan dan kiri pada anak laki-laki baru tercapai sempurna di usia 18 tahun, sedangkan anak perempuan sudah cukup seimbang otak kanan dan kirinya di usia 7 tahun. Ampun dah lama bener ya?Ternyata ada rahasia Allah mengapa diatur seperti itu 
√Laki-laki dipersiapkan untuk jadi pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. Untuk itu, jiwa kreatifitas dan explorasinya harus berkembang pesat. Sehingga pengalaman itu membuatnya dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tepat.
√Sementara perempuan dipersiapkan untuk jadi pengatur dan manajer yang harus penuh keteraturan dan ketelitian.
**Untuk memberi intruksi pada anak, gunakan suara Ayah . Karena suaranya bas, empuk dan enak di dengar.
**Kalau suara Ibu  memerintah, cenderung melengking seperti biola salah gesek. Itu bisa merusak sel syaraf otak anak. 250rb sel otak anak rusak ketika dimarahin 
**Solusinya, Ibu bisa menggunakan bahasa tubuh atau isyarat jika ingin memberikan instruksi. ๐Ÿ™‹
Suara perempuan itu enak didengar jika digunakan dengan nada sedang. Cocok untuk mendongeng atau bercerita.
๐Ÿ’–++Cara berkomunikasi yang efektif dengan anak:
1. Merangkul pundak anak sambil ditepuk lembut.
2. Sambil mengelus tulang punggung anak hingga ke tulang ekor.
3. Sambil mengusap kepala.

Dengan sentuhan ada gelombang yang akan sampai ke otak anak sehingga sel-sel cintanya tumbuh subur. Mudah-mudahan bisa bermanfaat.
info juga buat bapak2nya

Momentum Hari Anak

Wednesday, July 23, 2014

Khutbah Tarawih #26
22 Juli 2013
@ Masjid UI, Depok
Oleh Ust. Heru Susetyo (Dosen FHUI)
Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional oleh Indonesia. Namun, perayaan hari ini tidak begitu populer. Tidak banyak yang mengetahuinya. Ada juga Hari Keluarga Nasional yang sama tidak populernya. Mungkin, bagi sebagian banyak orang bab tentang anak dan keluarga tidak begitu penting.
Padahal keluarga adalah suatu hal yang harus dilindungi sepenuh hati. Perhatikan ayat berikut ini:
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู‚ُูˆุง ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ْ ูˆَุฃَู‡ْู„ِูŠูƒُู…ْ ู†َุงุฑًุง ูˆَู‚ُูˆุฏُู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ูˆَุงู„ْุญِุฌَุงุฑَุฉُ ุนَู„َูŠْู‡َุง ู…َู„َุงุฆِูƒَุฉٌ ุบِู„َุงุธٌ ุดِุฏَุงุฏٌ ู„َุง ูŠَุนْุตُูˆู†َ ุงู„ู„َّู‡َ ู…َุง ุฃَู…َุฑَู‡ُู…ْ ูˆَูŠَูْุนَู„ُูˆู†َ ู…َุง ูŠُุคْู…َุฑُูˆู†َ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
At-Tahrim: 6
Hari ini kita saksikan bahwa tidak semua orang tua melakukan pendidikan yang layak dan sepatutnya diberikan kepada anak dan keluarganya. Belakangan ini kita menemukan kasus anak-anak di usia dini yang sudah berani melakukan tindakan kriminal, melakukan pelecehan seksual, pembunuhan terhadap temannya, atau bahkan mengendarai mobil sehingga mencelakakan orang lain.
Orang tua ikut andil dan bertanggung jawab atas peristiwa yang sering terjadi ini. Kita juga sering melihat anak usia bawah umur sudah berani mengendarai sepeda motor tanpa helm dan lisensi di jalan raya.
Di sisi lain, ada fenomena seorsng anak yang di usia dini sudah mampu menjadi penghafal qur'an, sebut saja Musa yang atas didikan orang tuanya, Musa menjadi seorsng anak lugu yang memiliki hafalan 30 juz. Banyak juga anak-anak yang meraih prestasi olimpiade dan sebagainya.
Di bilan ramadhan ini, adalah kesempatan para orang tua untuk mendidik anak mendekatkan diri kepada Allah melalui pendidikan Al-Qur'an dan puasa. Di sepuluh hari terakhir ini juga menjadi sarana orang tua mrngajarkan anak untuk menjadi muslim yang dekat kepada masjid dengan mengajak anak-anaknya turut serta beri'tikaf. Meskipun hanya bermain atau tidur, anggap saja itu sebagai proses belajar si anak untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada tuhannya.
Anak sejatinya dilahirkan dalam kondisi fitrah. Bagaimana keadaannya selanjutnya adalah bentukan dan didikan dari orang tuanya. Di Amerika banyak fenomena terbentuknya "Fatherless Children", anak-anak yang kehilangan sosok ayah karena maraknya hubungan di luar nikah. Naudzubillah.
Orang tua harus hadir menjadi teladan dan contoh bagi anak-dan keluarga. Sedari dini juga anak mestiny diajarkan Al-Qur'an dan hadits yang sederhana. Adab dan karakter tidak lupa harus ditanamkan juga sejak dini di keluarga batih atau inti. Nilai-nilai luhur yang dibawa oleh anak adalah apa yang diajarkan orang tuanya. Mengajarkan karakter dan nilai luhur lebih penting daripada mengajarkan anak untuk mendapatkan nilai dan ranking yang baik di sekolah.
Mendidik anak berarti mendidik generasi. Tumpuan terbentuknya generasi yang madani di masa depan ada pada anak dan kita sebagai orang tua yang mendidik anak dengan Al-Qur'an dan Hadits. Allahumusta'an.

Disarikan oleh: @aarif_rh

Tips cara menghilangkan bintik pada pakaian

Friday, July 18, 2014

ps Cara Menghilangkan Tahi Lalat Pada Baju, Tahi lalat pada baju merupakan bintik-bintik kecil berwarna hitam, jika sudah terkena tahi lalat ini maka baju kita tetap akan kelihatan kotor
walaupun sudah dicuci dengan bersih. Nah untuk itu artikel yang sedang anda baca ini berisikan cara untuk menghilangkan tahi lalat pada baju agar baju anda yang terkena tahi lalat bisa dipakai kembali.
Tahi lalat pada baju biasanya disebabkan oleh jamur yang tumbuh pada baju akibat biang keringat dan bakteri lainnya. Tahi lalatakan muncul jika kita menumpuk baju yang penuh keringat, apa lagi sehabis olah
raga, tetapi tidak buru-buru di cuci. Ataupun ketika kita merendam baju dengan air yang sedikit, kemudian menunda-nunda untuk di bilas bahkan bisa sampai beberapa hari maka kemungkinan besar baju anda akan muncul tahi lalat.
Tahi lalat sendiri merupakan bintik-bintik hitam yang muncul pada baju dan sulit sekali untuk dihilangkan. Dahulu saya mengira itu disebabkan ada lalat yang buang kotoran di baju kita
tapi ternyata tahi lalat di sebabkan oleh jamur, hhe :). Jika tahi lalat sudah muncul pada baju kita, bukan berarti kita tidak bisa memakainya lagi, hanya saja kita akan merasa malu sebab itu menandakan bahwa kita tidak bisa merawat baju kita atau juga karena kita merupakan orang yang malas.
Nah sobat sekalian, jika tahi lalat sudah muncul pada baju sobat sekalian jangan khawatir dan tidak perlu malu, baju sobat
sekalian tetap masih bisa dipakai. Karena saya memiliki tips untuk menghilangkan tahi lalat pada baju sobat sekalian. Jika sobat sekalian sudah tidak sabar lagi silahkan baca langkah-langkah pada tutorial berikut ini.
Cara Menghilangkan Tahi Lalat Pada Baju
Picture by Google
1. Campurlah cuka kedalam setengah liter air.
2. Rendamlah pakaian anda yang memiliki tahi lalat tersebut kedalam air campuran cuka tadi. Rendam selama semalaman.
3. Keesokan harinya cucilah dengan sabun atau detergen seperti biasa.
4. Siapkan air hangat yang telah
dicampur dengan perasan jeruk nipis.
5. Bilaslah pakaian anda tadi dengan air hangat campuran jeruknipis.
6. Diamkan pakaian beberapa saat di dalam air hangat campuran jeruk nipis.
7. Kemudian cuci kembali menggunakan sabun atau detergen.
8. Bilaslah menggunakan air bersih.
9. Jika tahi lalatnya masih tersisa silahkan
 ulangi langkah no 5-8 berulang-ulang sampai semua tahi lalatnya hilang.
10. Kemudian jemurlah hingga kering.
Catatan :
Zat asam pada cuka dan jeruk nipis dipercaya dapat menghilangkan tahi lalat yang ada pada pakaian.
Agar kejadian di atas tidak terulang kembali, ada baiknya sobat baca tips mencegah tahi lalat muncul pada baju
berikut ini.
Cara Mencegah Tahi Lalat Muncul Pada Baju
1. Jika sehabis melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat sebaiknya rendam atau langsung cuci baju sobat, Jangan sampai di tumpuk terlebih dahulu.
2. Jika sobat merendam baju, jangan
menunda-nunda untuk membilasnya, apa lagi sampai berhari-hari. Berbahaya, bisa-bisa ketika di angkat baju sobat sudah mempunyai motif polka dot.
3. Jika baju hai ini ingin dipakai kembali pada besok hari, sebaiknya jemur terlebih dahulu bajunya sebelum digantung pada gantungan baju.
Bagaimana sobat sekalian, sangat mudah bukan? semoga artikel Tips Cara  Menghilangkan Tahi Lalat Pada Bajudi
atas bisa bermanfaat bagi anda semua

Apakah Dia yang Terbaik Untukku?

Friday, July 4, 2014


“Sukses dalam pernikahan tidak hanya datang dari mendapatkan pasangan yang tepat, tapi juga melaluinya sebagai pasangan yang tepat.” (Barnett R Brickner)

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain, atau dengan kata lain membutuhkan orang lain dalam menjalani dan mempertahankan kehidupannya. Untuk membagi kedekatan emosional dan fisik serta berbagai macam tugas dan sumber-sumber ekonomi melalui komitmen emosional dan hukum dari dua orang yaitu dengan pernikahan.
1. Pasangan seorang pria dan seorang wanita yang membentuk rumah tangga atau keluarga dalam suatu ikatan pernikahan pada dasarnya merupakan naluri manusia sebagai makhluk sosial guna melangsungkan kehidupannya.
2. Keberhasilan membangun suatu keluarga dalam ikatan pernikahan tidak terlepas dari keberhasilan setiap individu dalam melalui berbagai tahap sebelum pernikahan. Salah satunya adalah menentukan pasangan hidup yang tepat. Pasangan hidup yang tepat menjadi faktor yang penting dalam keberhasilan sebuah pernikahan untuk membangun keluarga harmonis. Keluarga bisa harmonis apabila diawali dengan memilih pasangan yang tepat sehingga dapat menjalani sebuah kehidupan keluarga yang rukun serta bisa dilanjutkan dengan proses memelihara keharmonisan keluarga.

 3. Beberapa faktor yang perlu untuk dipertimbangkan dalam menentukan pasangan hidup yang tepat diantaranya terdiri dari prinsip hidup dan visi hidup (impian). Dua hal tersebut penting untuk diketahui dari masing-masing individu sebelum bersatu sebagai satu pasangan, karena keduanya merupakan faktor yang utama untuk dapat melihat visualisasi kehidupan ke depannya. Dalam hal ini biasanya masing-masing orang sebelumnya sudah memiliki kriteria tertentu terkait prinsip dan visi ideal yang diharapkannya ada pada calon pasangannya sehingga bisa membandingkan antara kriteria yang ada dengan kenyataan yang ditemui. Sebagai individu yang menganut agama dan kepercayaan tertentu biasanya faktor agama juga menjadi pertimbangan tersendiri dalam menentukan pasangan.

 Penentuan pasangan yang tepat juga tidak lepas dari peran orangtua sebagai pihak yang dapat memberikan pertimbangan pada anaknya tentang kriteria ideal dari pasangan. Pada beberapa kasus terdapat orangtua yang memiliki pengaruh dominan terhadap anaknya dalam menentukan pasangan hidup. Namun ada juga orangtua yang hanya menjadi pihak fasilitator untuk anak-anaknya dalam proses menentukan pasangan yang tepat untuk masa depan mereka. Seringkali terdapat perbedaan signifikan diantara pandangan orangtua dan anak mengenai perspektif pasangan yang tepat atau kriteria ideal dari pasangan. Komunikasi menjadi hal penting disini untuk mencapai suatu mufakat di antara orangtua dan anak mengenai hal tersebut. Proses komunikasi yang terencana dan tidak dibumbui emosi negatif akan berpengaruh baik pada pencapaian mufakat antara orangtua dan anak.

 Tahap yang tidak kalah penting dalam menentukan pasangan yang tepat adalah tahap meyakinkan diri sendiri. Biasanya tahap ini menjadi tahapan yang cukup sulit karena masing-masing individu sering terjebak dalam penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan calon pasangannya. Terjebak dalam penilaian yang berlebihan terhadap calon pasangan dapat menjelma menjadi sebuah obsesi yang nantinya memunculkan kekecewaan saat berbagai kekurangan dari calon pasangan baru diketahui setelah menikah. Maka dari itu setiap individu perlu untuk mengenali calon pasangannya dengan lebih mendalam melalui cara yang baik untuk membantu proses meyakinkan diri dalam menentukan pasangan yang tepat. Dalam proses mengenali calon pasangan, aspek perasaan akan melibatkan dirinya sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi penilaian individu terhadap calon pasangannya. Biasanya perasaan yang mengandung kecenderungan tertentu dari seseorang pada calon pasangannya dapat dengan mudah menipu penglihatan objektif individu tersebut dalam menilai calon pasangannya. Oleh karena itu perlunya dilibatkan juga pendengarannya untuk menilai calon pasangan melalui reputasinya di mata teman-temannya, keluarganya, dan orang-orang yang sudah mengenal si calon lebih baik. Sifat dari sebuah reputasi dalam menilai seseorang itu lebih teruji keobjektifannya dan bertahan lama.

 Pergulatan antara logika atau penalaran dan perasaan biasanya akan terjadi dalam proses menentukan pasangan hidup yang tepat bagi masing-masing orang. Terkadang perasaan yang berkecenderungan menjadi pemantik awal bagi seseorang untuk menyadari keberadaan calon pasangannya yang kemudian akan berlanjut pada tahap mengenal lebih dalam dan menilai si calon pasangan dengan keterlibatan penalaran atau logika. Namun ada juga yang mendahulukan penalaran dan logikanya dalam menilai calon pasangan yang ideal dan percaya bahwa kecenderungan perasaan akan muncul seiring meningkatnya intensitas komunikasi di antara keduanya. Logika dan perasaan, keduanya merupakan alat yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia dan perlu dikombinasikan secara optimal dalam mengambil keputusan mengenai penentuan pasangan yang tepat.

(21 Juni 2014, Group #FC4)
Pemantik: Maghleb Yudinna FIM 1; Qadr Jatsiyah FIM 4
Notulis: Elis Siti Toyibah FIM 14B

  
1Olson, David H, John DeFrain.1994. Family strengths and coping strategies. In Marriage and the family: Diversity and strengths. Mountain View, CA: Mayfield, 563-575.
 2Yuniati, Rini. 2013. Karir sebagai Motivasi dan Pengembangan Diri Wanita yang Menunda Menikah. Universitas Pendidikan Indonesia.
3http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=88884

Pengalaman Satu Ramadhan (HKN)

Sunday, June 29, 2014



Hari ini adalah hari dimana umat muslim yang “beriman” mulai berpuasa. Lain halnya bagi saya, saya sudah puasa sejak saya kecil, (just kidding). Hari ini tanggal 29 juni sebenarnya bertepatan dengan hari keluarga nasional. Dimana seluruh manusia sejatinya mensyukuri karena mereka masih punya keluarga, setidaknya keluarga seiman.

Belajar dari kakek tua
Berawal sejak sholat tarawih tadi malam, saya lebih banyak merenung. Tepat disamping kanan saya ada orang tua yang sholatnya susah sekali hendak sujud dan berdiri. Usianya yang sudah tergolong tua ternyata tidak menyurutkan semangatnya untuk mengambil bagian dalam meraih keridoan dari Allah SWT. Bagaimana dengan saya yang masih tergolong muda, yang semangatnya masih mentereng, dan masih sanggup untuk melakukan sholat tanpa masalah sedikitpun.

Saya mencoba merenung kembali saat ashar telah tiba, ada seorang kakek-kakek yang tengah dibopong anak/menantunya. Matanya yang telah dilapisi dengan kacamata tebal dan berjalan dengan meraba-raba. Kakinya juga seperti enggan untuk melangkah karena terasa berat akibat sakit yang ia derita, namun yang menjadi pelajarannya ialah ketika ia hendak menaiki tiga anak buah tangga, ia tidak ingin dibantu walaupun saat itu saya sudah memegang tangannya. Satu anak tangga telah ia lalui dengan susah payah, namun pada anak tangga kedua dan ketiga saya tidak piker panjang langsung saja mengangkat tangannya. Saat saya mencoba untuk membantu, kakek tersebut hanya diam dan tidak memberikan perlawanan. Namanya juga sudah berumur, emosi juga tidak stabil lagi, dan yang paling saya salut ketika ia mencari kursi pribadinya yang ada di mushalla itu. Pelan-pelan ia meraba dinding dan ternyata berhasil walaupun sempat menyepak jamaah yang lain. Salut dengan semangat ibadahnya.

Sahur tanpa “garam asin”
Sahur tahun ini memang tanpa ditemani sama keluarga kandung, namun masih sangat berbahagia karena bisa sahur bersama kakek angkat yang ditempat saya tinggal. Sambil menghidupkan tv yang menyiarkan pertandingan Columbia vs Ecuador kami mulai melahap sahur yang istimewa dimeja makan berdua. Suapan demi suapan mengisi ruang perut kami yang sudah mulai kosong. Tidak banyak, hanya satu piring. Karena teringat pesan rasulullah, makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Sahur yang nikmat walaupun tidak disisi mamak dan bapak. Namun tidak mengapa, rindu pun terobati setelah saya mencoba untuk menelpon mamak yang barusan juga sahur. Salaupun sahur ini tidak asin, namun tidak hambar ketika dirasa oleh hati.

Lidah harus senantiasa basah
Subuh itu subuh yang paling banyak jamaahnya semenjak saya sholat di daerah ini. Harapannya kondisi iman kita senantiasa berada diregional yazid (naik). Selepas subuh, tidak lupa pula untuk mencoba membaca Alqur’an dengan tartil, walaupun diganggu oleh banyaknya suara hp yang berbunyi, namun pagi itu berhasil lebih kurang lima lembar. Teringat kata ustad sewaktu dikampung yang saat ini ustad itu sedang menderita stroke, (semoga Allah memberikan kesembuhan atas sakit yang tengah beliau derita). Ustad berkata “Basahilah mulutmu dengan air liur yang saat itu kamu sedang membaca ayat-ayat Alqur’an, bukan dengan berghibah”. Dilain hari ustad juga bilang kalau kamu hendak lancar berbicara dengan orang lain, maka senantiasa memperlancar bacaan Alqur’an.

Diskusi “penting”
Penting merupakan sebuah singkatan dari pendidikan dan parenting. Dimana minggu ini topiknya tentang “pola pengasuhan anak”. Diskusi yang dijadwalkan dari pukul enam pagi dan berakhir sampai delapan pagi. Memang saya tergabung kedalam keluarga kunang-kunang yang didalamnya berisi orang-orang yang sangat menginspirasi, dan tiap pekannya ada diskusi melalui Whatsapp.

Kesimpulan secara singkat tentang diskusi hari ini adalah, untuk menyelaraskan tujuan pengasuhan anak khususnya dalam hal pendidikan maka perlu adanya komunikasi yang baik dikeluarga dan libatkan anak dalam diskusi tersebut serta melakukan pilihannya karena jaman anak dan jaman orang tua itu berbeda. Bentuk anak sesuai dengan jamannya dan orang tua siap untuk mendampingi, mendukung, dan mengawasi serta memahami kemampuan anak. Tak lupa kesepakatan dengan pola pendidikan yang dipilih dengan siap atas konsekuensi positif maupun negatifnya.

Mungkin hari ini sekian tentang pengalaman semenjak ashar kemarin hingga ashar hari ini. mudah-mudahan saya bisa konsisten untuk terus menulis minimal satu lembar perhari. Maaf jika ada kata yang salah, perbanyak kritik dan saran agar tulisan-tulisan berikutnya enak dibaca.

Targetan hari ini dua juz beserta artinya. Mudah-mudahan pembaca juga menargetkan khataman Alqurannya.

PPG Solusi Pendidikan Tanah Air?

Monday, June 23, 2014


Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Guru juga adalah pelita yang menerangi dalam kegelapan. Seperti yang dituliskan pada lirik hymne guru, Engkau sebagai pelita dalam kegelapan.  Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa. Artinya guru adalah seorang pengajar yang mengajarkan kita dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Mereka mengajarkan kita sebuah ilmu yang tidak dapat dibandingkan dengan apa pun tanpa sebuah imbalan yang setimpal. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia. Jumlah penduduk indonesia sebesar 237.641.326 jiwa pada tahun 2013/20141.  Negara kepulauan terbesar di dunia ini memiliki jumlah guru di Indonesia yang telah mencapai 2,92 juta orang,  900.000-nya adalah guru honorer. Dan faktanya, sekitar 76% menumpuk di wilayah perkotaan (baik guru negeri maupun swasta). Kondisi tersebut membawa akibat di kota kelebihan guru, sedangkan di desa dan wilayah terpencil terjadi kekurangan guru2. Hal ini menjadi latar belakang diadakannya banyak program seperti Indonesia Mengajar, Sekolah Guru Indonesia, Guru Sobat Bumi Pertamina, serta pemerintah dlm hal ini Mendikbud membuat program SM3T (Sarjana Mengajar di Daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal).
Guru yang merupakan seorang pendidik, mempunyai peran utama dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional. Guru bersinggungan secara langsung dengan objek pendidikan yaitu peserta didik dan segala komponen pendukung kegiatan pembelajaranya. Oleh karena itu, profesi guru harus benar-benar disiapkan agar memenuhi seluruh kompetensi guru, meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan professional. Seperti yang tercantum dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, disebutkan dalam Bab IV tentang guru bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional3. Kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki guru dibuktikan dengan adanya sertifikat profesi sebagai bukti formal untuk pengakuan seorang guru sebagai tenaga professional. Oleh karena itu, pemerintah sebagai pemegang kebijakan menyelenggarakan suatu program yang disebut Pendidikan Profesi Guru atau PPG untuk meningkatkan profesionalitas seorang guru.
Pemerintah melalui Kemendikbud mengeluarkan Permendikbud No 87 tahun 2013 dalam hal ini Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan yang selanjutnya disebut program PPG adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 Kependidikan dan S1/DIV Nonkependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah4. Setelah mengikuti program PPG, yg bersangkutan bisa memiliki gelar “gr”. Sebuah sertifikat pendidik profesional yg diakui oleh negara. Gelar gr ini diletakkan di nama kita utk penghormatan profesi guru. Namun, terdapat beberapa hal yang menggajal dari permendikbud tersebut. Pertama, terkait gelar profesi ini jika dianalogikan dengan dokter, apoteker, atau akuntan tidak bisa diluar lulusan prodi tersebut untuk mengambil gelar profesinya. Lain halnya untuk pendidikan profesi guru, lulusan diluar LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) boleh mengikutinya. Kedua,  lulusan LPTK yg sudah kuliah selama masa studi 4 tahun/lebih belajar ilmu pedagogik dan kependidikan harus mengikuti PPG kembali disamaratakan dengan lulusan diluar LPTK. Pada program PPG, bagi mahasiswa diluar LPTK harus mengikuti matrikulasi utk ilmu pendidikan dan pedagogik. Artinya kualitas 4 tahun lulusan LPTK disamaratakan dengan 1 tahun matrikulasi diluar lulusan LPTK. Ketiga, biaya PPG cukup mahal bagi lulusan dan para guru yakni sebesar 12 juta selama setahun. Cukup memberatkan bagi jutaan guru untuk mengejar status profesional tersebut. Keempat, masih banyak prodi yang belum tersedia PPG nya. Padahal kebijakan ini 2016 sudah diwajibkan untuk implementasinya. Bahkan untuk sekolah-sekolah kejuruan seperti SMK Penerbangan, SMK kelautan, dan SMK pertanian para gurunya harus disertifikasi juga. Dan menurut UU No 14, penyelenggara PPG adalah LPTK yg diakreditasi pemerintah. Dan untuk sekolah kejuruan tersebut, LPTK harus bekerjasama dgn instansi terkait misal IPB atau STPI utk materi pengajaran tersebut.
Tidak hanya itu kontroversi lain terkait dengan PPG dan dunia pendidikan masih sangat banyak. Sebut saja adanya pola pikiran yang menjadikan profesi guru sebagai profesi cadangan atau pilihan terakhir dikarenakan sistem yang memperbolehkan lulusan non LTPK mengambil PPG. Walaupun tujuan dari pemerataan ini jelas untuk menambah kuantitas guru di Indonesia tetapi jelas ini mengundang isu lainnya seperti disebutkan di atas. Sebagai contoh nyata, Budi lebih mengambil program studi mipa biologi (non LTPK) dengan harapan prospek ke depan di dunia pekerjaan akan terbuka dengan luas, tetapi jika Budi kalah bersaing di dunia kerjanya maka Budi mempunyai pilihan terakhir yaitu mengikuti PPG untuk menjadi guru. Hal ini memang tidak serta merta adalah hal yang negatif tetapi ada kecenderungan bahwa profesi guru adalah profesi pilihan terakhir untuk lulusan non LTPK. Hal ini tanpa disadari dapat berpengaruh besar dalan keprofesionalan guru di Indonesia, karena hakikatnya seorang guru haruslah mempunyai komitmen yang serius dan bulat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan terlahir dari sebuah keterpaksaan atau kekalahan dalam bersaing di dunia kerja.
Kembali lagi keempat kontroversi utama PPG yang disebutkan di awal, pada poin ketiga disebutkan bahwa biaya PPG yang terbilang mahal yaitu 12 juta rupiah. Biaya yang mahal tersebut cukup memberatkan untuk para guru karena tidak sedikit pula guru yang berasal dari kalangan menengah kebawah. Hal ini jelas akan mengakibatkan tidak meratanya jumlah pengajar yang berkualitas di setiap daerah. Padahal tujuan dari program PPG adalah menghasilkan guru profesional yg memiliki kompetensi sesuai UU Sisdiknas No 20 thn 2003. Walaupun guru sebagai tenaga pengajar bukanlah faktor utama keberhasilan pendidikan, tetapi guru memiliki peran yang besar dalam hal ini.
Singkat kata PPG (Pendidikan Profesi Guru) adalah pendidikan profesi pasca kuliah yg diadakan dengan harapan dapat menjawab persoalan kuantitas dan kualitas guru di Indonesia. Tetapi dalam penerapannya masih banyak hal yang harus dipertimbangkan ulang seperti sistem yang di tawarkan dan biaya PPG itu sendiri. Dengan pengkajian ulang diharapkan sistem yang diberikan akan lebih relevan dan tidak mengundang banyak isu. Karena tanpa bersungguh-sungguh memperbaiki hal tersebut, PPG tidak akan membawa perubahan bagi kondisi pendidikan di Indonesia.
(25 Mei 2014, Group #FC4)
Hasil Diskusi Group Penting = Boomber: Ferly
Notulen: Uwu Holifah Ana Fatlullah FIM16




1 Statistik .2014. Jumlah penduduk di seluruh dunia tahun 2013-2014. (Online), (http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=area&info1=6, diakses 7 Juni 2014)
2 Gembong, Sodikin., 2013. Jumlah Guru di Indonesia. (Online), (http://pendidikan-full.blogspot.com/2013/12/ternyata-jumlah-guru-indonesia-berlebih.html. Diakses pada tanggal 7 Juni 2014)
3 Republik Indonesia. 2005. Undang-undang No. 14 Tahun 2005. Lembaran Negara RI Tahun 2005, Bab IV Pasal 8. Sekretariat Negara. Jakarta.
4 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Nomor 87 Tahun 2013 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan. (Online). (http://hukor.kemdikbud.go.id/asbodoku/media/peruu/permen_tahun2013_nomor87.pdf, diakses 7 Juni 2014)

Middle Child Syndrome : Syndrome yang Dialami Anak Tengah Karena Perasaan Kurang Dihargai dalam Keluarga. Apa yang Menyebabkan Syndrome Tersebut Terjadi ? Atau Perasaan Relatif Biasa Saja ?

Sunday, June 1, 2014


            Middle Child Syndrome adalah Syndrom mengenai anak tengah yang didasari oleh kesalahan persepsi mengenai sebuah keluarga, dimana diketahui bahwa keluarga merupakan dasar dari segalanya, apapun posisi anda di masa yang akan datang  diawali oleh keluarga. Menurut Alfred Adler tentang konsep sudut pandang mengenai perilaku manusia berdasarkan urutan kelahiran.
·         Anak pertama             : menjaga, melindungi, pengatur yang baik, kecemasan tinggi,
 pengkritik.
·         Anak kedua                : motivasinya tinggi, suka bersaing, dapat bekerjasama,
 pemberontak, mudah putus asa.
·         Anak ketiga                : ambisius, realistis, manja, tergantung pada orang lain.
·         Anak tunggal              : dewasa secara sosial, manja, ingin selalu menjadi pusat
 perhatian, perasaan kerjasama rendah, takut bersaing.
Jika dikaji dari logika berfikir Adler, maka jelas bagaimana seharusnya perlakuan orrang tua terhadap anaknya. Sebelum menikah harus direncanakan ingin punya anak berapa, misalkan berencana mempunyai anak tiga, itu berarti harus siap merencanakan bagaimana akan mendidik anak pertama hingga anak ketiga sesuai posisi kelahiran dan sesuai karakter anak. Selain itu, ketika pasangan suami istri baru melaksanakan akad nikah laki-laki bertugas sebagai imam alias sang direktur dan istri sebagai manager dalam keluarga. Karena hal dasar inilah yang terjadi kemudian adalah gagap kehidupan. Ketika pasangan suami istri menyadari maka posisi kemudian adalah talent management, satu contoh besar yakni Hasan Al Banna dimana beliau mampu membuatkan file untuk masing-masing anaknya. Yang menjadi masalah kemudian adalah problem asuh anak yang terkadang dibebankan pada ibunya, padahal ayah mempunyai peranan yang serius dalam tumbuhnya anak, termasuk perlakuan pada anak-anaknya. Selain itu, Middle Child Syndrome berbeda kasus untuk yang dialami oleh tiga bersaudara dan lima bersaudara. Jika dilihat dari teori Adler jelas hanya terlihat pada tiga bersaudara sedangkan, jika lebih dari tiga misalnya lima bersaudara, maka dilihat berapa banyak laki-laki dan perempuannya. Untuk lima bersaudara, jika lebih banyak laki-laki maka tipikal keras yang lebih dominan, jika perempuan maka tipikal keperempuanan yang dominan.
            Keluhan yang sering dialami si anak tengah adalah karena mereka merasa “tak didengar” oleh keluarganya. Karena seringkali, si anak tengah harus mengikuti apapun keinginan si sulung atau bungsu, yang akibatnya si anak tengah akan sulit untuk mengutarakan keinginannya dan selalu mengikuti keinginan orang lain. Untuk mengatasi hal itu, orang tua harus peka dengan karakter anak untuk mengkomunikasikan segala hal, bisa dengan dekati anak, ajak mereka jalan-jalan dan pancing dengan hal-hal yang memungkinkan mereka bercerita kepada orang tua. Orang tua juga harus  mampu bersikap adil dan disiplin. Jika anaknya masih kecil-kecil maka, kasih tahu mana yang boleh dan jika tidak boleh katakan kita tidak suka ia melakukan demikian. Kemudian, jarak umur antara anak pertama, kedua, ketiga dst juga mempengaruhi. Contohnya, kalau mereka hanya berjarak umur gak jauh 2-5 tahun biasanya bisa menjadi kawan atau sahabat, jadi tidak ada “pengkastaan” mana kakak mana adik. Jadi, selain peran orang tua juga perlu peran saudara-saudaranya, karena saudara merupakan orang terdekat setelah orang tua yang bisa diajak berkomunikasi oleh si anak tengah. Namun, selain keluhan yang dialami oleh anak tengah karena merasa “tidak didengar” di dalam keluarga,  anak tengah juga memiliki beberapa keunggulan yaitu :
·         Kebanyakan anak tengah mudah bergaul dan fleksibel. Hal ini karena anak tengah menjadi jembatan antara kakak dan adik, dengan begitu mereka dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan disiplinnya si kakak dan sikap manja si adik.
·         Anak tengah biasanya lebih mandiri karena kebanyakan anak tengah tidak mendapatkan perhatian sebesar si kakak dan si adik.
·         Mereka yang menjadi anak tengah biasanya lebih kreatif, suka berbagi dan loyal.
·         Anak tengah cenderung memiliki sikap peace maker.
·         Karena mereka penengah, maka mereka bisa melihat segala hal dari banyak sisi dan tumbuh menjadi orang yang mudah berempati pada oraang lain.
Dari penjelasan di atas maka, dalam hal ini selain diperlukan peran orang tua untuk dapat bersikap adil kepada anak-anaknya juga diperlukan peran saudara si anak tengah terutama kakak dan adiknya, karena merupakan orang terdekat yang berada dengan si anak tengah selain orang tua dan juga karena mereka merupakan orang yang sangat berperan untuk pembentukan karakter si anak tengah.*)

(Disusun oleh Made Alit Sanjaya berdasarkan hasil diskusi 18 Mei 2014 di Grup FC Pendidikan dan Parenting yang difasilitatori oleh Ridwan)

Motivasi Untuk Diri Ini


Berubah. Inilah kata kuncinya kalau kita tidak mau terpuruk di tempat yang sama berulang-ulang dari waktu ke waktu.
Mengapa tidak kita mulai saja dengan berubah kea rah yang lebih baik dari setiap “kebiasaan buruk” yang mungkin sementara ini kita anggap sangat sepele.
-   Jika kita biasa bangun kesiangan, mulailah kebiasaan baru bangun lebih pagi supaya mendapat peluang lebih awal.
-  Jika biasa pesimis, mulailah optimis supaya bisa menjalani hidup dengan lebih bersemangat.
-  Jika biasa bergaul dengan orang-orang pesimis cari lah dan lengket lah dengan lingkungan baru yang terdiri dari orang-orang optimis agar tertular optimis.
-   Jika biasa buang-buang waktu, mulailah mengisi setiap waktu luang dengan hal-hal positif, baca buku misalnya.
-   Jika biasa berfikir kecil, mulailah berpikir besar supaya menjadi orang besar.
-   Jika terbiasa tidak menuliskan impian, mulailah tuliskan semua impian anda untuk tahun-tahun yang akan datang sampai ajal menjelang.
-   Jika biasa malas, mulailah rajin dan bersemangat.
-  Jika biasa boros, mulailah berinvestasi.
-    Jika biasa tidak membaca buku, mulailah membaca buku-buku positif supaya ilmu selalu bertambah dan kepribadian bertumbuh.
-   Jika biasa meletakkan barang sembarangan, mulailah selalu menyimpan barang ditempat yang semestinya supaya bisa menghemat waktu satu tahun umur anda.
-  Jika biasa tidak memiliki goal, mulailah membuat goal untuk kehidupan yang lebih layak.
-     Jika biasa datang terlambat, mulailah tepat waktu.
-   Jika biasa bersedih, mulailah selalu gembira supaya orang lain juga gembira.
-  Jika biasanya mudah putus asa, mulailah mengadopsi sikap pantang menyerah.
-  Jika biasa berfikir sebagai orang miskin, mengapa tidak mulai berubah dengan mengadopsi cara berfikir orang kaya.
-    Jika biasa berlaku lambat, mulailah bertindak cepat.
-  Jika biasa meremehkan peluang, mulailah belajar mencari informasi dan mempelajari peluang.
-  Jika biasa menggunakan kata-kata negative, mulai sekarang piker dan ucapkanlah hanya kata-kata positif.
-    Jika biasa focus memikirkan upah dan gaji, mulailah memikirkan penghasilan pasif dari asset.
Intinya, mulailah berubah, maka anda akan mendapatkan hasil yang berbeda. Kalau perubahannya mengarah kepada yang lebih baik, hasilnya pasti berbeda dan akan lebih baik lagi. Demikian juga sebaliknya.

Percepatan Peminatan Akankah Menjadi Solusi yang Solutif Bagi Kemajuan Pendidikan Indonesia?

Friday, May 30, 2014


Pendidikan merupakan tonggak berdirinya sebuah bangsa yang besar, berdaulat, berharkat dan bermartabat. (Ki Hadjar Dewantara)

            Kurikulum merupakan program dan isi dari suatu sistem pendidikan yang berupaya melaksanakan proses akumulasi ilmu pengetahuan antargenerasi dalam suatu masyarakat.1 Indonesia sudah memiliki amanat yang tercantum dalam Undang-Undang (UU) Sisdiknas No.20 Tahun 2003 Bab X mengenai kurikulum pasal 36 ayat (1) yang berbunyi,”Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” ayat (2) berbunyi,”kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik,” ayat (3) berbunyi, “kurikulum disusun dengan jenjang pendidikan dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan peningkatan iman dan takwa, peningkatan akhlak mulia, peningkatan potensi, kecerdasan dan minat peserta didik, keragaman potensi daerah dan lingkungan, tuntutan pembangunan daerah dan nasional, tuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, agama, dinamika perkembangan global, dan persatuan nasional dan nilai-nilai keagamaan. Ketiga poin amanat tersebut sejatinya perlu untuk diimplementasikan kedalam setiap kebijakan pendidikan di Indonesia terutama yang berkaitan dengan pengembangan maupun perubahan kurikulum.2
            Pada tahun 2013 perubahan kurikulum kembali mewarnai dunia pendidikan di Indonesia karena dimulai dari Juni 2013 atau tepatnya pada saat awal tahun ajaran baru 2013/2014 seluruh sekolah di Indonesia dari berbagai jenjang harus sudah menggunakan kurikulum 2013. Apa itu kurikulum 2013 dan apa bedanya dengan kurikulum 2006 yang sudah diterapkan? Salah satu hal baru dalam kurikulum 2013 adalah adanya rencana dihapusnya penjurusan di SMA. Sebagai gantinya maka diterapkan sistem peminatan yang dimulai sejak para siswa-siswi duduk di kelas X. Dengan demikian para siswa bisa lebih dini mendalami bidang keilmuan yang diminatinya sebagai persiapan memasuki perguruan tinggi.3 Terdapat beberapa faktor yang menjadi dasar didalam proses peminatan diantaranya kompetensi siswa dalam bidang pelajaran tertentu mencakup matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa. Kompetensi tersebut akan dinilai dari nilai raport dan nilai yang diperoleh siswa dalam Ujian Nasional (UN).  Selain itu minat siswa juga akan dipertimbangkan dalam pemilihan kelas peminatan. Beberapa kelas peminatan yang tersedia diantaranya tetap ada IPA, IPS dan Bahasa.
             Selain kelas peminatan terdapat juga kelompok peminatan, dimana kelompok ini merupakan kombi­nasi antara penjurusan dan non penjurusan.  Kelompok peminatan dibentuk dengan tujuan untuk memberikan kelonggaran pada murid sehingga  para murid yang memilih kelompok peminatan IPA masih tetap bisa belajar mata pelajaran di luar kelompok peminatan IPA tersebut. Misalnya seorang siswa memilih kelompok peminatan IPA, ia masih bisa mengikuti pelajaran kelompok peminatan IPS dan bahasa. Konsekuensinya siswa yang memilih kelompok peminatan  akan menanggung mata pelajaran yang  lebih banyak dibandingakan dengan siswa yang hanya memilih kelas peminatan saja. Adanya kelas peminatan dan kelompok peminatan menjadi bidang IPA, IPS dan bahasa saja sebenarnya masih belum cukup mewadahi minat sebagian besar siswa lainnya. Pertanyaan yang kemudian akan mucul adalah bagaimana jika terdapat siswa yang minatnya lebih cenderung pada bidang seni?
            Berdasarkan studi kasus selama ini sebagian besar siswa yang memiliki bakat seni tinggi biasanya dimasukkan ke dalam jurusan IPS padahal di jurusan ini yang lebih banyak dipelajari adalah tentang sejarah, geografi, ekonomi, akuntasi dan sebagainya, sedangkan untuk bidang seni hanya sedikit saja yang terulas. Oleh karena itu ada baiknya jika sekolah dapat memberikan fasilitas berupa sistem pengajaran maupun bidang diluar pengajaran yang dapat mengeksplorasi dan memfasilitasi minat-minat tertentu darri siswa sehingga mampu meningkatkan kreativitas dari siswa itu sendiri.
            Pengembangan maupun perubahan kurikulum yang dicanangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan perlu untuk melihat penerapan pada berbagai kurikulum yang diaplikasikan di negara lain maupun di beberapa sekolah di Indonesia yang mengacu pada kurikulum berbasis internasional.  Salah satunya adalah framework IB (international baccalaurate). Kurikulum IB merupakan sebuah  framework kurikulum internasional yang telah dikembangkan sejak tahun 1960-an yang saat ini telah digunakan oleh lebih dari 2000 sekolah di seluruh dunia. Kurikulum ini memiliki  perbedaan dengan kurikulum di Indonesia. Jenjang pendidikan di Indonesia dibagi menjadi tingkatan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama  (SMP)  dan sekolah menengah atas (SMA), sedangkan dalam framework IB siswa dibagi menjadi 3 jenjang yaitu primary year program (PYP), Middle year program (MYP) dan Diploma program (DP).
            Pada jenjang PYP siswa mempelajari hampir seluruh subjek mata  pelajaran dasar, seperti belajar tentang sains, humanisme, seni, bahasa, matematika dan sejarah. Berlanjut dijenjang MYP siswa diajak mempelajari keseluruh topik dasar tadi dengan lebih mendetail. Seluruh siswa mulai dikenalkan kepada setiap subjek bahasan secara lebih terperinci. Sedangkan pada jenjang DP yaitu disaat usia siswa menginjak sekitar 16-17 tahun, para siswa akan diberikan kebebasan untuk memilih bidang kajian mayor dan bidang kajian minor.  Bidang kajian mayor merupakan bidang yang mencakup berbagai pelajaran seperti yang terdapat pada kelas peminatan. Sementara bidang minor merupakan wadah kebebasan bagi siswa untuk memilih bidang yang sesuai dengan bakat dan minatnya yang tidak terdapat pada bidang kajian mayor yang siswa sudah pilih. Penerapan framework IB bisa menjadi sebuah solusi untuk memberi ruang pada hampir setiap bakat dan minat yang dimiliki siswa. Hal ini semakin menekankan bahwa kompetensi yang dimiliki siswa tidak harus terpatok pada penilaian ditiga bidang dasar saja seperti yang terjadi di Indonesia dimana siswa sebagian besar hanya dinilai dari kemampuan dibidang matematika, bahasa dan sosial. Penilaian kompetensi berdasar pada 3 bidang tersebut kurang menitikberatkan pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan (problem solving).
            Kurikulum 2013 dengan sistem peminatan perlu untuk dipertimbangkan lebih lanjut kesesuainyan dengan amanat UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003. Selain itu terdapat beberapa poin pertimbangan untuk sistem peminatan diantaranya (1) sistem peminatan yang sudah diatur sebaiknya tidak terfokus hanya pada peminatan berdasarkan mata pelajaran, sebab tantangan di dunia nyata tidak sesempit ruang lingkup mata pelajaran saja. (2) Metode penentuan peminatan perlu untuk dikaji secara lebih mendalam lagi. Sehingga peminatan siswa tidak sekedar dinilai dari raport dan hasil UN saja akan tetapi juga meliputi aspek aspek lainnya (yg berkaitan dg kondisi psikis serta potensi lainnya). (3) Untuk menambah wawasan tentang masa depan ada baiknya jika sekolah menyediakan kesempatan dan ruang bagi setiap siswanya untuk lebih berkreasi  dalam merancang masa depan terbaiknya.

sumber : hasil diskusi kelompok PenTing (pendidikan & parenting) dari FIM.

1 Yamin,Moh, Menggugat Pendidikan Indonesia,Yogyakarta:Ar-ruz Media,2009.
2 UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003, Bandung: Fokusmedia 2003.

Entri Populer

Football News

 

© Copyright Muhammad Irfan Redha 2012 -2013 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by M.Irfan Redha | Powered by Blogger.com.