Article Update :

Astaga! Indonesia Lubungnya Penulis Dunia

Friday, December 7, 2012

Indonesia lubungnya penulis dunia. Mengapa tidak, jika setiap status indah yang di tuliskan di wall Facebook itu bisa dikemas dalam sebuah buku, maka kayalah Indonesia. (M. Irfan redha)
 
     Ada yang menulis status dari pertama kali ia bangun tidur hingga ia tidur lagi. Ada yang mengkritisi kebijakan para pemerintah. Ada pula yang berusaha mendayu-dayu pasangan nya melalui wall-nya sendiri. Ada yang nekat memaki-maki orang lewat “antaran dinding” karena ketahuan mensuitinya. Ada yang hilang karena salah menaruh status yang tidak enak bagi telinga penguasa (merasa terusik karena membuka aibnya). Bahkan sampai miris, di ambil kesuciannya karena modus penculikan, alasannya cuma sepele, menaruh status “ada yang tau g’ alamat bla bla bla” sehingga ada orang yang pura-pura baik menyodorkan dirinya sebagai penunjuk jalan. Wal hasil alamat yang dituju tidak tahu rimbanya dan kesucianpun melayang. Begitulah sejumput permasalahan yang terjadi akibat menulis status –apa yang anda fikirkan -  facebook. Simpel tapi meyakinkan.

     Jika kita uraikan satu persatu, saat ia menulis status dari bangun tidur hingga ia kembali memejamkan mata lagi, tanpa sengaja ia telah menulis diari dalam ketidak sengajaannya. Tanpa disengaja, ia menjadi salah satu duta Indonesia green karena berhasil mengurangi pemakaian kertas untuk sekedar menulis diari. Disaat kebanyakan manusia menulis diari dari hari kehari sehingga menghabiskan lusinan buku. Sama saja kita seperti para penebang pohon dengan sembarangan. Mari kita belajar dari anak muda yang bernama Raditya Dika. Seorang anak muda yang karirnya melejit setelah ia berusaha membukukan diarinya. Cerita diari yang konyol, tetapi bisa membuat orang lain terhibur merupakan suatu anugrah yang telah ia miliki.

     Selain wall facebook sebagai mampirnya diari dalam kehidupan sehari-hari, ada yang lebih bagus lagi, yaitu menulis puisi indah untuk sang “pujaan hati”. Tanpa ia sadari, ia telah belajar menuliskan puisi yang orang lain tidak kefikiran untuk menulis hal itu. Dan ternyata puisinya sangat bagus sehingga membawanya untuk selalu bersemangat menghantarkan puisi kesetiap teman dekatnya.

     Indonesia tercatat 3 kali yang paling aktif berhubungan dengan yang namanya social network setelah india, dan china. Secara tidak sadar, hubungan kita dengan social network menjadikan kita tidak sehangat berpapasan dengan sahabat kita. 

    Secara positive, facebook maupun blog, telah mengajarkan kita untuk terus menulis dan menulis. Mari kita telusuri diri kita masing-masing. Berapa status yang kita tuliskan setiap hari, atau berapa koment yang kita hantarkan ke wall orang lain. Memang hal itu dianggap sepele karena hanya menulis beberapa kata saja, namun apabila hal itu dilakukan secara continue, maka habislah buku(jika ada buku diari).

     Para pembaca yang budiman. Sampai sini mungkin kalian bosan membaca tulisan saya. Akan tetapi janganlah sampai anda menyebut penulis sebagai omong kosong. Karena perkataan itu adalah doa. 

     Sebagai inti dari tulisan ini, teruslah kita melatih kemampuan menulis kita, baik itu di buku diari (penulis menyarankan jangan, karena sama saja anda mavia penebang pohon), maupun di page facebook kita. Yakinlah, setelah anda yakini kemampuan anda, maka sedikit-demi sedikit mudah-mudahan hati dan tangan kita tergerak untuk menuliskan pemikiran kita untuk menjadikannya menjadi buku yang bisa dibaca oleh orang banyak. Karena orang yang hebat bukan banyak bicara, akan tetapi banyaknya tulisannya., Semangat menulis saudaraku. Kutunggu Tanggapannya.
Share this Article on :
 

© Copyright Muhammad Irfan Redha 2012 -2013 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by M.Irfan Redha | Powered by Blogger.com.